Rabu, 14 Desember 2011

Kapan Sholat lima waktu diwajibkan



Misik
Kapan Sholat lima waktu di wajibkan kepada ROSULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM
Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam dan umatnya mulai di wajibkan Sholat lima waktu yaitu ketika Rosululloh dinobatkan menjadi Rosululloh, artinya diawal Beliau menerima wahyu pertama.
Pendapat ini bertentangan dengan pendapat mayoritas Ulama' Islam seluruh dunia. Para Ulama' telah ijma' bahwa Sholat lima waktu itu mulai diwajibkan kepada Rosululloh yaitu waktu Beliau Mi'roj ke Sidrotil Muntaha.
Pendapat Sholat lima waktu awal diwajibkan kepada ummat islam pada awal turunnya wahyu pertama,manakah dasarnya?
DASAR ALASAN YANG PERTAMA
Bersabda Rosululloh SAW : "Datang kepadaku Jibril pada awal aku diberi wahyu kemudian saya di ajari wudlu dan aku di ajari Sholat" ('An Usamah bin Zaid ~ 'An Abihi Zaid bin Haaritsah). Rowahu Ahmad wad Daaru Quthni, Wal Hakim fil Mustadrok.
Hadits ini dikutib dari Hadits Jami'us Shohi jilid I-Bab huruf (Alif) halaman 8. Hadits ini menerangkan bahwa wudlu dan Sholat lima waktu itu diajarkan kepada Rosululloh bersamaan waktunya dari Rosululloh menerima wahyu yg pertama. Jadi waktunya bersamaan dengan Penobatan Muhammad bin Abdulloh menjadi Rosululloh, bukan waktu Isro' Mi'roj.
Bersabda Rosululloh SAW: "Awalnya sesuatu yg diwajibkan oleh Alloh Ta'ala terhadap ummatku ialah Sholat lima waktu" ('An Ibni Umar - Hasan) ~ Rowahu Hakim fil Kaani. Jami'us Shoghir jilid I - Bab huruf (Alif) halaman : 195.
Hadits ini menerangkan bahwa kewajiban paling awal yang diwajibkan oleh Alloh Ta'ala kepada umat Islam ialah Sholat lima waktu. Hadits ini menjadi penjelasan bagi hadits diatas. Itulah sebanya bahwa kewajiban Sholat lima waktu adalah kewajiban paling awal waktunya bersamaan dengan turunnya wahyu pertama.
DASAR ALASAN YANG KE DUA
Di dalam kitab Muhammad Rosululloh SAW, susunannya Muhammad Ridlo, halaman 139~Isro' Mi'roj diterangkan Kaanal isro' qoblal hijroti bisanatin
"Adalah Isro' Nabi itu sebelum hijroh kurang satu tahun"
Jadi terjadi pada tahun 621 M, atau Rosululloh SAW diangkat menjadi Nabi sudah 12 tahun. Maka jika sholat lima waktu itu barulah diwajibkan pada tahun 12 kenabian, berarti selama 11 tahun itu Rosululloh dan umat Islam belum pernah Sholat lima waktu. Padahal Sholat lima waktu itu Tiangnya Agama Islam, menurut Hadits Nabi:
Qoola Rosululloh shollalloh 'alaihi wasallam: ashsholaatu khomsu 'umuudul islam.
Bersabda Rosululloh SAW: "Sholat Lima waktu itu adalah Tiangnya Islam"
Bila agama Islam itu di ibaratkan rumah, dan Sholat lima waktu itu sebagai tiangnya rumah Islam, maka bila Sholat lima waktu itu barulah di wajibkan pada tahun 12 Kenabian, berarti selama sebelas tahun Kenabian itu Islam belum berdiri karena belum ada tiangnya, ini hal yg tidak mungkin.
DASAR ALASAN YANG KETIGA
Dalam kitab Nurul Abshor, karangannya Syaik Mukmin bin Hasan Al Salabanji, halaman 17 disebutkan:
"Dan ditahun sepuluh Kenabian adalah wafatnya Khodjah Al Kubro"
Maka jikalau Sholat lima waktu itulah barulah diwajibkan kepada umat Islam pada tahun 12 Kenabian, berarti Ummul Mukminin Khodijatul Kubro sampai wafatnyapun belum pernah Sholat lima waktu. Apakah ini mungkin ?. Padahal setelah Rosululloh SAW diajari wudlu dan sholat lima waktu oleh Malaikat Jibril langsung Beliau mengajari wudlu dan sholat lima waktu kepada Khodijah Al Kubro. Hal ini dapatlah dibaca di dalam kitab Tarikh Nabi yang paling tua di dunia ini yaitu Kitab Shirotun Nabiyyi Shollallohu 'alaihi Wasallam karangannya Ibnu Hisyam.
"Maka datanglah Rosululloh SAW kepada Khodijah maka Beliau wudlu untuk Khodijah supaya Khodijah melihatnya bagaimana caranya bersuci untuk Sholat, sebagaimana Jibril melihatkan kepada Nabi, kemudian Khodijah wudlu sebagaimana wudlunya Rosululloh SAW. Kemudian Rosululloh SAW sholat dengannya sebagaimana Jibril 'alaihis salam sholat, maka Khodijah Sholat seperti sholatnya Rosululloh"
(Sirotun Nabi Libni Hisyam jilid I-halaman: 263) bab Ibtida' Maa Iftarodlolloh Subhanahu 'Alan Nabiyyi Shollallohu 'alaihi Wasallam.
Keterangan ini diterangkan oleh Ibnu Hisyam didalam kitab Tarikh Nabi, bab awalnya sesuatu yang diwajibkan oleh Alloh Ta'ala kepada Rosululloh SAW.
DASAR ALASAN YANG KEEMPAT
Qola Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam: Walaa diina liman laa sholaata lahu. Alhadits ~ ('An Ibni Umar). Rowahu Thobroni fil Ausath. Jami'us Shoghir jilid II ~ Bab huruf (lam alif) halaman 353.
Bersabda Rosululloh SAW: "Dan tak ada Agama bagi orang yang tidak sholat baginya"
Dalam hadits ini diterangkan: Tidak ada Agama bagi orang yg tidak sholat baginya. Oleh karena itu, jika selama 11 tahun itu orang orang Islam belum melaksanakan sholat lima waktu berarti selama 11 thn kenabian itu belum ada Agama Islam. Ini hal yang tidak mungkin.
DASAR ALASAN YANG KELIMA
Qola Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam: Awwalu maa yuhaasabu bihil 'abdu yaumal qiyaamatis sholaatu fain sholahat sholaha saa'iru 'amalihi wain fasadat fasada saairu 'amalihi.
('An Anas). ~ Rowahu Thobroni fil Ausath. Jami'us Shoghir Jilid I~ Bab huruf (Alif Wawu) halaman 192
Bersabda Rosululloh SAW: "Awal sesuatu yg dihisab dengannya si hamba pada hari kiamat itu ialah sholat. Maka jika sholatnya baik maka baiklah seluruh amalnya. Jika rusak sholatnya maka rusaklah seluruh amalnya hamba"
Qola Rosululloh Shollalloh 'alaihi Wasallam: Wa awwalu maa yus'aluuna 'anis sholawaatil khomsi
('An Ibni Umar). ~ Rowahul Hakim fil kani. Jami'us Shogir Jilid I ~ Bab huruf (Alif Wawu) halaman 195
Bersabda Rosululloh SAW: "Dan awalnya sesuatu yg ditanyakan ialah dari amal sholat lima waktu".
Hadits ini menerangkan bahwa sholat lima waktu pondasinya ibadah dhohir. Ibarat rumah tentulah yg dibangun paling awal ialah pondasinya. Jadi sholat lima waktu yg menjadi pondasinya seluruh ibadah dhohir. Bila sholat lima waktu barulah di wajibkan pada malam Isro' Mi'roj, berarti selama sebelas tahun itu belum ada satu ibadah dhohirpun, karena pondasinya belum ada. Ini hal yg tidak mungkin.
Keterangan peristiwa Isro' Nabi Muhammad SAW dari masjidil Harom Mekah sampai Masjidil Aqsho Palestina hanya disebutkan di dalam Al Qur an surat Al Isro' ayat 1. Adapun peristiwa Mi'roj ke Sidrotil Muntaha, diterangkan di dalam surat An Najmu dari ayat 1 ~ 18. Baik tentang Isro' maupun Mi'roj kedua duanya didalam Al Qur an tidak ada keterangan bahwa tujuan Rosululloh SAW di Isro' Mi'roj kan itu untuk menerima kewajiban sholat lima waktu.
WAIN TUTHI' AKTSARO MAN FIL ARDHI YUDLILLUUKA 'AN SABIILILLAH (AL AN'AM: 116)
"Dan jikalau kamu mengikuti kebanyakan orang dibumi, kamu bisa sesat dari jalan Alloh".
Misik

Created by zainurrochim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar