Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Kapan Sholat lima waktu diwajibkan



Misik
Kapan Sholat lima waktu di wajibkan kepada ROSULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM
Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam dan umatnya mulai di wajibkan Sholat lima waktu yaitu ketika Rosululloh dinobatkan menjadi Rosululloh, artinya diawal Beliau menerima wahyu pertama.
Pendapat ini bertentangan dengan pendapat mayoritas Ulama' Islam seluruh dunia. Para Ulama' telah ijma' bahwa Sholat lima waktu itu mulai diwajibkan kepada Rosululloh yaitu waktu Beliau Mi'roj ke Sidrotil Muntaha.
Pendapat Sholat lima waktu awal diwajibkan kepada ummat islam pada awal turunnya wahyu pertama,manakah dasarnya?
DASAR ALASAN YANG PERTAMA
Bersabda Rosululloh SAW : "Datang kepadaku Jibril pada awal aku diberi wahyu kemudian saya di ajari wudlu dan aku di ajari Sholat" ('An Usamah bin Zaid ~ 'An Abihi Zaid bin Haaritsah). Rowahu Ahmad wad Daaru Quthni, Wal Hakim fil Mustadrok.
Hadits ini dikutib dari Hadits Jami'us Shohi jilid I-Bab huruf (Alif) halaman 8. Hadits ini menerangkan bahwa wudlu dan Sholat lima waktu itu diajarkan kepada Rosululloh bersamaan waktunya dari Rosululloh menerima wahyu yg pertama. Jadi waktunya bersamaan dengan Penobatan Muhammad bin Abdulloh menjadi Rosululloh, bukan waktu Isro' Mi'roj.
Bersabda Rosululloh SAW: "Awalnya sesuatu yg diwajibkan oleh Alloh Ta'ala terhadap ummatku ialah Sholat lima waktu" ('An Ibni Umar - Hasan) ~ Rowahu Hakim fil Kaani. Jami'us Shoghir jilid I - Bab huruf (Alif) halaman : 195.
Hadits ini menerangkan bahwa kewajiban paling awal yang diwajibkan oleh Alloh Ta'ala kepada umat Islam ialah Sholat lima waktu. Hadits ini menjadi penjelasan bagi hadits diatas. Itulah sebanya bahwa kewajiban Sholat lima waktu adalah kewajiban paling awal waktunya bersamaan dengan turunnya wahyu pertama.
DASAR ALASAN YANG KE DUA
Di dalam kitab Muhammad Rosululloh SAW, susunannya Muhammad Ridlo, halaman 139~Isro' Mi'roj diterangkan Kaanal isro' qoblal hijroti bisanatin
"Adalah Isro' Nabi itu sebelum hijroh kurang satu tahun"
Jadi terjadi pada tahun 621 M, atau Rosululloh SAW diangkat menjadi Nabi sudah 12 tahun. Maka jika sholat lima waktu itu barulah diwajibkan pada tahun 12 kenabian, berarti selama 11 tahun itu Rosululloh dan umat Islam belum pernah Sholat lima waktu. Padahal Sholat lima waktu itu Tiangnya Agama Islam, menurut Hadits Nabi:
Qoola Rosululloh shollalloh 'alaihi wasallam: ashsholaatu khomsu 'umuudul islam.
Bersabda Rosululloh SAW: "Sholat Lima waktu itu adalah Tiangnya Islam"
Bila agama Islam itu di ibaratkan rumah, dan Sholat lima waktu itu sebagai tiangnya rumah Islam, maka bila Sholat lima waktu itu barulah di wajibkan pada tahun 12 Kenabian, berarti selama sebelas tahun Kenabian itu Islam belum berdiri karena belum ada tiangnya, ini hal yg tidak mungkin.
DASAR ALASAN YANG KETIGA
Dalam kitab Nurul Abshor, karangannya Syaik Mukmin bin Hasan Al Salabanji, halaman 17 disebutkan:
"Dan ditahun sepuluh Kenabian adalah wafatnya Khodjah Al Kubro"
Maka jikalau Sholat lima waktu itulah barulah diwajibkan kepada umat Islam pada tahun 12 Kenabian, berarti Ummul Mukminin Khodijatul Kubro sampai wafatnyapun belum pernah Sholat lima waktu. Apakah ini mungkin ?. Padahal setelah Rosululloh SAW diajari wudlu dan sholat lima waktu oleh Malaikat Jibril langsung Beliau mengajari wudlu dan sholat lima waktu kepada Khodijah Al Kubro. Hal ini dapatlah dibaca di dalam kitab Tarikh Nabi yang paling tua di dunia ini yaitu Kitab Shirotun Nabiyyi Shollallohu 'alaihi Wasallam karangannya Ibnu Hisyam.
"Maka datanglah Rosululloh SAW kepada Khodijah maka Beliau wudlu untuk Khodijah supaya Khodijah melihatnya bagaimana caranya bersuci untuk Sholat, sebagaimana Jibril melihatkan kepada Nabi, kemudian Khodijah wudlu sebagaimana wudlunya Rosululloh SAW. Kemudian Rosululloh SAW sholat dengannya sebagaimana Jibril 'alaihis salam sholat, maka Khodijah Sholat seperti sholatnya Rosululloh"
(Sirotun Nabi Libni Hisyam jilid I-halaman: 263) bab Ibtida' Maa Iftarodlolloh Subhanahu 'Alan Nabiyyi Shollallohu 'alaihi Wasallam.
Keterangan ini diterangkan oleh Ibnu Hisyam didalam kitab Tarikh Nabi, bab awalnya sesuatu yang diwajibkan oleh Alloh Ta'ala kepada Rosululloh SAW.
DASAR ALASAN YANG KEEMPAT
Qola Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam: Walaa diina liman laa sholaata lahu. Alhadits ~ ('An Ibni Umar). Rowahu Thobroni fil Ausath. Jami'us Shoghir jilid II ~ Bab huruf (lam alif) halaman 353.
Bersabda Rosululloh SAW: "Dan tak ada Agama bagi orang yang tidak sholat baginya"
Dalam hadits ini diterangkan: Tidak ada Agama bagi orang yg tidak sholat baginya. Oleh karena itu, jika selama 11 tahun itu orang orang Islam belum melaksanakan sholat lima waktu berarti selama 11 thn kenabian itu belum ada Agama Islam. Ini hal yang tidak mungkin.
DASAR ALASAN YANG KELIMA
Qola Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam: Awwalu maa yuhaasabu bihil 'abdu yaumal qiyaamatis sholaatu fain sholahat sholaha saa'iru 'amalihi wain fasadat fasada saairu 'amalihi.
('An Anas). ~ Rowahu Thobroni fil Ausath. Jami'us Shoghir Jilid I~ Bab huruf (Alif Wawu) halaman 192
Bersabda Rosululloh SAW: "Awal sesuatu yg dihisab dengannya si hamba pada hari kiamat itu ialah sholat. Maka jika sholatnya baik maka baiklah seluruh amalnya. Jika rusak sholatnya maka rusaklah seluruh amalnya hamba"
Qola Rosululloh Shollalloh 'alaihi Wasallam: Wa awwalu maa yus'aluuna 'anis sholawaatil khomsi
('An Ibni Umar). ~ Rowahul Hakim fil kani. Jami'us Shogir Jilid I ~ Bab huruf (Alif Wawu) halaman 195
Bersabda Rosululloh SAW: "Dan awalnya sesuatu yg ditanyakan ialah dari amal sholat lima waktu".
Hadits ini menerangkan bahwa sholat lima waktu pondasinya ibadah dhohir. Ibarat rumah tentulah yg dibangun paling awal ialah pondasinya. Jadi sholat lima waktu yg menjadi pondasinya seluruh ibadah dhohir. Bila sholat lima waktu barulah di wajibkan pada malam Isro' Mi'roj, berarti selama sebelas tahun itu belum ada satu ibadah dhohirpun, karena pondasinya belum ada. Ini hal yg tidak mungkin.
Keterangan peristiwa Isro' Nabi Muhammad SAW dari masjidil Harom Mekah sampai Masjidil Aqsho Palestina hanya disebutkan di dalam Al Qur an surat Al Isro' ayat 1. Adapun peristiwa Mi'roj ke Sidrotil Muntaha, diterangkan di dalam surat An Najmu dari ayat 1 ~ 18. Baik tentang Isro' maupun Mi'roj kedua duanya didalam Al Qur an tidak ada keterangan bahwa tujuan Rosululloh SAW di Isro' Mi'roj kan itu untuk menerima kewajiban sholat lima waktu.
WAIN TUTHI' AKTSARO MAN FIL ARDHI YUDLILLUUKA 'AN SABIILILLAH (AL AN'AM: 116)
"Dan jikalau kamu mengikuti kebanyakan orang dibumi, kamu bisa sesat dari jalan Alloh".
Misik

Created by zainurrochim

Tidak ada perintah mengerjakan Sholat



Misik

TIDAK ADA PERINTAH MENGERJAKAN SHOLAT
Didalam Al Qur-an, tidak ada sama sekali perintah untuk mengerjakan sholat, yang ada ialah perintah menegakkan sholat seperti:
YUQIIMUUNASH SHOLAAT.
AQIMISH SHOLAAT.
MUQIIMISH SHOLAAT.
Yang semuanya itu artinya:
"Hendaklah kamu supaya menegakkan sholat"
Tidak ada perintah yang berbunyi:
FI'LASH SHOLAAT
"Hendaklah kamu supaya mengerjakan sholat"
Sedangkan di kalangan umat Islam itu yang banyak hanyalah mengerjakan sholat, tidak menegakkan sholat, padahal perintah dalam Al Qur-an itu bukan mengerjakan sholat tetapi menegakkan sholat. Jadi orang orang itu lebih banyak melaksanakan sesuatu yang tidak diperintah, sedangkan yang diperintah justru tidak dilaksanakan.
Apakah perbedaan antara menegakkan sholat dan mengerjakan sholat?
Kalau menegakkan sholat itu pasti mengerjakan sholat, sedangkan kalau mengerjakan sholat itu belum tentu menegakkan sholat.
Bila ada istilah "menegakkan sholat", berarti ada sholat yang tegak dan ada sholat yang roboh. Lalu bagaimanakah sholat yang roboh itu?
Yaitu sholat yang tidak ada nyawanya. Seperti halnya dengan jasmani, bila jasmani itu tidak ada nyawanya maka jasmani tersebut pasti akan roboh.
Mengapakah jasmani itu roboh bila ditinggal ruhnya?
Karena hidupnya jasmani itu hanyalah sandaran saja yakni bersandar kepada hidupnya ruhani. Hidupnya ruhani itu hidup shifati. Hidupnya jasmani itu hidup 'idhofi, yaitu hidup yang bersandar kepada sandaran. Apabila yang disandari itu sudah tidak ada maka pastilah roboh.
Begitu juga dengan mengenai sholat, kalau sholatnya tidak khusyu' maka sholatnya itu roboh, sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi:
Qoola Rosululloohi Shollallohu 'Alaihi Wasallam: YUSHOLLUUNA WALAA YUSHOLLUUNA.
Bersabda Rosuululloohi Shollalloohu 'Alaihi Wasallam: ORANG YANG SEPERTI ITU ADALAH ORANG YANG KELIHATANNYA SHOLAT TAPI SEBENARNYA TIDAK ADA SHOLAT.
Memang didepan mata orang banyak, mereka itu kelihatan sholat, tapi hakekatnya sholat itu tidak ada pada dirinya, lalu mengapakah bisa seperti itu?
Karena sholatnya itu tidak ada nyawanya/ruhnya sebagaimana orang mati, dia (orang mati) itu ada tapi tidak ada.
Menurut Al Qur-an; buahnya menegakkan sholat atau hasilnya menegakkan sholat itu adakah:
"TANHAA ANIL FAKHSYAA-I WAL MUNKAR"
Artinya: "Mencegah dari perbuatan fakhsya' dan perbuatan mungkar".
Apakah fakhsyaa' itu?
Fakhsyaa' adalah:
MA 'DHUMA QOBCHUHU MINAL AFWAALI WAL AQWAALI
Ucapan perbuatan yang amat besar kejinya, segala perbuatannya, segala ucapannya yang keji yang kotor.
Apakah munkar itu?
Munkar adalah:
WAL MUNKARU KULLU FI'LUN TAHKUMUL AQUULUSH SHOIHAN QOBICHU.
Segala perbuatan yang oleh akal sehat (dihukumi oleh akal sehat) perbuatan itu adalah keji dan kotor.
Oleh sebab itu kita mengetahui sama sama mengetahui, mengapa sebagian (tidak semuanya), sebagian orang telah melakukan sholat 5 waktu dan sholat sholat lainnya, mengapa ucapannya, perbuatannya masih kotor, keji, memfitnah, hasut, kibir, ghillin, ada yang mencuri, ada yang merampok dan sebagainya, ada yang memperkosa, mengapa?
Bertahun tahun melaksanakan wudhu, didalam wudhu itu membersihkan mulut, tapi ucapannya setiap hari masih ucapan kotor, dusta, dan memfitnah. Didalam wudhu kita diperintah wajah, mata tapi matanya khianat. Didalam wudhu kita diperintah membasuh tangan tetapi si tangan itu masih berbuat kotor, jika menimbang masih mengurangi timbangan, masih dipergunakan untuk menulis yang tidak baik memalsu tanda tangan, mencuri dan sebagainya. Didalam sholat kita melakukan ruku' tetapi mengapa tidak menghormati Alloh?. Didalam sholat kita melaksanakan sujud tetapi mengapa tidak to'at kepada Alloh, tidak to'at kepada undang undang Alloh? Mengapa?
Tidak lain sebabnya orang orang tersebut hanya mengerjakan sholat, tetapi tidak menegakkan sholat, padahal mengerjakan sholat itu tidak diperintah dalam Al Qur-an yang ada menegakkan sholat. Oleh seba itu orang orang yang sholatnya tidak tegak, yang tidak menegakkan sholat itu pasti hidupnya kropos, dikroposi oleh perbuatan perbuatan fakhsyaa' dan munkar, akhirnya menjadi hidup yang rapuh, yang mudah dirobohkan oleh hal hal yang negatif.
Jika ada orang yang sholat bertahun tahun tetapi perbuatannya belum mencegah dirinya dari perbuatan fakhsyaa' dan munkar, maka itu adalah ibarat orang yang mengharapkan buah atau hasil tanamannya, tanaman itu tidak akan berbuah walau sampai wafatpun ia menunggunya. Lalu apa hasilnya? hasilnya ya lelah.
Jadi hasilnya sholat itu harus dibuktikan pada kehidupan sehari hari di masyarakat. Latihannya ya didalam sholat sedangkan hasilnya itu dibuktikan diluar sholat. Oleh sebab itulah bila setiap sholat pastilah diakhir:
ASSALAAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUH
Mudah mudahan salam dan sejahtera tetap atas kamu semuanya orang orang yang baik, supaya kebaikannya tetap dan mudah mudahan kamu mendapat Rohmat Alloh dan mudah mudahan kamu mendapat Barolah Alloh.
Menengok ke sebelah kanan, salam kepada orang orang yang baik.
Setelah selesai mendoakan orang orang yang baik, lalu mendoakan orang orang yang kurang baik dangan salam menengok kesebelah kiri:
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOOH
Mudah mudahan kamu dalam keadaan selamat sejahtera dan mendapat Rohmat dari Alloh (sehingga hilang kejelekannya).
Jadi didalam bacaan salam diwaktu sholat itu adalah: orang yang baik didoakan supaya tetap kebaikannya dan orang yang jahat didoakan supaya hilang kejahatannya.
Kalau seseorang yang sholat itu tidak bisa mencegah dari perbuatan fakhsyaa' dan munkar, maka mereka itu bisa disebut bajingan dalam sholat. Mudah mudahan kita ini menjadi umat Islam yang menegakkan sholat bukan mengerjakan sholat.
AMIN YAA ROBBAL 'AALAMIN
Misik
Created by zainurrochin

Nyawanya Sholat



SHOLAT MENCEGAH FAHSYA' DAN MUNKAR
 
Al Qur-an dan Sabda Rosul menerangkan bahwa Yang bisa mencegah dari dua perbuatan itu adalah tegaknya sholat. Kalau orang itu sholat setiap hari sudah puluhan tahun sholat, tapi masih berbuat Fahsya' dan Munkar itu bagaimana…!, apakah yang salah itu Al Qur-an dan Hadits atau orangnya….! .Itu yang salah adalah orangnya.
INNAS SHOLAATA TANHAA 'ANIL FAHSYAA-I  WAL MUNKARI
Sholat itu mencegah Fahsya' dan Munkar.
 
Dan kalau tidak bisa mencegah Fahsya' dan Munkar, di mana sholatnya itu ….!. Jadi sholatnya  hanya gambar saja. Ada berdiri, ada sujud, ada ruku', tapi tidak sholat, cuma gambar sholat. Silahkan dilihat, sholat itu adalah yang diawali dengan Takbirotul Ihrom, diakhiri dengan Salam (As salaamu'alaikum Warohmatu lloohi wabarokaatuh). Menoleh ke kanan dan ke kiri, mendo'akan masyarakat sebelah kanan, mendo'akan masyarakat sebelah kiri.
: As Salaamu 
Mudah-mudahan kamu dalam keadaan selamat
: 'Alaikum
Tetap selamat
: Warohmatulloh
Mudah-mudahan kamu dapat Rohmat Alloh.
: Wa barokaatuh 
Mudah-mudahan kamu dapat Barokahnya Alloh.
 
Mestinya orang-orang yang mengerjakan sholat itu orang yang mendo'akan selamat, mendo'kan Berkah, mendo'akan Rohmat. Kalau ada orang sholat, tapi orang itu kejam, itu bagaimana….!. Sama dengan mengatakan :" Kamu mudah-mudahan selamat", tapi setelah itu memukul, itu bagaimana…!. Jadi itu bertentangan.
Sholat  kalau tidak khusyu' itu tidak ada nyawanya. Dan kalau tidak ada nyawanya berarti yang ada jasmaninya saja. Oleh karena itu kita berusaha untuk khusyu', akan tetapi memang sulit, tidak gampang belajar khusyu' itu.
 
Kalau tidak bisa khusyu' mulai Takbir sampai Tahiyat, cukuplah khusyu' pada tiga titik itu saja, dan  di sini akan ditunjukkan tiga titik / tempat tersebut. Jadi  berangsur  sedikit demi sedikit dulu (untuk mencapai khusyu' keseluruhan).

Perbedaan Sholat Dhuhur dengan Sholat Jum-at



DUA DALIL CUKUP
Untuk membuktikan kekeliruannya orang yang tidak mengerjakan Sholat Dhuhur pada hari Jum'at dengan alasan dia telah mengerjakan Sholat Jum'at.
~¤~ SATU ~¤~
Qoola Rosululloh SAW: "Annalloha ta'aala qod iftarodho 'alaihim khomsa sholawaatin fii kulli yaumin wa lailatin." (An Ibnu Abbas Rowahul Bukhori/jilid I/bab Wujubuz Zakat hal 242)
Bersabda Rosululloh SAW : "Sesungguhnya Alloh Ta'aala itu sungguh sungguh memfardhukan atas mereka lima kali sholat dalam tiap tiap hari dan malam,"
KANDUNGAN DALIL INI
Iftarodho 'alaihim (mewajibkan atas mereka)
Maksud "mereka " adalah mereka orang orang Islam,hamba sahaya, sehat, sakit, tua, muda, musafir, mukim, bangun, tidur, lupa, ingat, dimana saja, keadaan bagaimanapun.
Khomsa sholawatin
(lima kali sholat)
Mengandung ketetapan ketetapan yaitu:
1. Tidak boleh lebih dari lima kali.
2. Tidak boleh kurang dari lima kali.
3. Tidak boleh diganti, baikpun namanya maupun tata caranya.
4. Tidak akan dihapus meskipun satu kali, untuk selama lamanya.
5. Tidak ada rukhshoh bagi sholat fardhu lima kali.
Fikulli yaumin walailatin (dalam tiap tiap hari dan malam)
Dalam kalimat kulli yaumin walailatin mengandung ketentuan:
1. Sholat fardhu lima kali tersebut jelaslah maksudnya sholat fardhu Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya', Shubuh, sebab tidak ada sholat fardhu lima kali yang wajib dikerjakan tiap tiap hari kecuali sholat sholat tersebut.
2. Lafadz: KULLI YAUMIN WALAILATIN, tidak menyebut nama hari: Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, hanya disebut tiap tiap hari dan malam. Ini menunjukkan mutlak segala hari dari hari Ahad sampai hari Sabtu. Tidak boleh ada satu hari pun yg boleh kurang dari sholat fardhu lima kali tersebut, meskipun pada hari JUM'AT.
~¤~ DUA ~¤~
"LISHSHOLAATI MIN YAUMIL JUMU'ATI"
"Untuk mengerjakan sholat pada hari Jum'at." (QS. Jumu'ah 9)
Ayat ini mengandung ketentuan ketentuan :
1. Umat Islam di perintahkan mengerjakan sholat selain sholat fardhu yg lima kali yaitu tiap tiap 7 hari sekali.
2. Dalam ayat ini namanya hari disebutkan yaitu yaumul Jum'at.
3. Mengandung ketentuan, tidak boleh di lain hari Jum'at.
4. Mengandung ketentuan, waktunya pada waktu yaumul Jum'at penuh, bukan di waktu pagi, bukan diwaktu tengah hari, bukan di waktu sore, bukan di waktu qoblaz zawal, bukan di waktu ba'daz zawal, atau ba'dadh Dhuhur bukan di waktu Ashar, melainkan waktunya di yaumil Jum'at.
5. Mengandung ketentuan, bahwa sholat Jum'at itu bukan sholat KULLI YAUMIN WALAILATIN akan tetapi khusus YAUMIL JUM'AT, bukan sholat LAILATIL JUM'AT.
PERTANYAAN PERTANYAAN
1. Apakah pernah Rosululloh memerintahkan sholat Dhuhur setelah sholat Jum'at ?
Jawab: Sholat Dhuhur tidak di syariatkan waktunya setelah sholat Jum'at.
2. Apakah dalil dalam Al Qur_an maupun Hadits yg menerangkan sholat Dhuhur setelah sholat Jum'at ?
Jawab: Sholat Jum'at tidak disyariatkan mengerjakan sekaligus sholat Dhuhur.
3. Apakah pernah Rosululloh mengerjakan sholat Dhuhur setelah Jum'at ?
Jawab: Oleh sebab itu tidak pernah Rosululloh atau para sahabatnya sholat Dhuhur setelah sholat Jum'at, dan pula tidak pernah memberikan contoh sholat Jum'at sekaligus sholat Dhuhur.
4. Apakah pernah Rosululloh atau para sahabatnya mengerjakan sholat Jum'at sekaligus sholat Dhuhur ?
Jawab: Yang ada, pernah dalam syariat Islam yaitu pernah sholat Dhuhur di tiap tiap waktu Dhuhur disegala hari. Dan pernah sholat Jum'at di tiap tiap hari Jum'at. Oleh sebab itu, yg ada contoh dari Rosululloh yaitu: Sholat Dhuhur di tiap tiap waktu Dhuhur, dan contoh sholat Jum'at di tiap tiap hari Jum'at.
PERTANYAAN SEBALIKNYA
1. Manakah dalil Al Qur'an maupun Hadits yg menerangkan, sholat Dhuhur terhapus pada tiap tiap hari Jum'at ?
2. Manakah dalil Al Qur'an maupun Hadits yg menerangkan, sholat Jum'at itu gatinya sholat Dhuhur ?
3. Manakah dalil Al Qur'an maupun Hadits yg menerangkan, gugur kewajiban sholat Dhuhur pada hari Jum'at itu bagi orang yg mengerjakan sholat Jum'at ?
4. Manakah contoh dari Rosululloh / para sahabat Nabi, tidak mengerjakan sholat Dhuhur ?
PERBEDAAN PERBEDAAN ANTARA SHOLAT DHUHUR DENGAN SHOLAT JUM'AT
1. Sholat Dhuhur turun perintahnya waktu Rosululloh di Makkah.
Sholat Jum'at perintahnya turun di Madinah.
2. Sholat Dhuhur perintahnya di terima di Sidrotul Muntaha.
Sholat Jum'at perintahnya di terima di bumi.
3. Sholat Dhuhur wajib atas segala ummat Islam.
Sholat Jum'at tidak wajib untuk seluruh ummat Islam.
4. Sholat Dhuhur wajib atas kaum wanita.
Sholat Jum'at tidak wajib atas kaum wanita.
5. Sholat Dhuhur wajib atas kaum hamba sahaya.
Sholat Jum'at tidak wajib atas hamba sahaya.
6. Sholat Dhuhur wajib atas orang yang sakit.
Sholat Jum'at tidak wajib atas orang sakit.
7. Sholat Dhuhur wajib atas orang orang musafir.
Sholat Jum'at tidak wajib atas orang musafir.
8. Sholat Dhuhur wajib atas orang yg lupa.
Sholat Jum'at tidak wajib bagi orang yg lupa.
9. Sholat Dhuhur wajib atas orang yg 'udzur karena ketiduran.
Sholat Jum'at tidak wajib bagi orang yg ketiduran.
10. Sholat Dhuhur tetap wajib bagi orang yg 'udzur.
Sholat Jum'at boleh ditinggalkan bila 'udzur.
11. Sholat Dhuhur ditinggalkan dengan sengaja meskipun satu kali menjadi kufur.
Sholat Jum'a t ditinggalkan satu/dua kali tidak jdai kufur.
12. Sholat Dhuhur tidak ada rukhshoh bagi orang yg sholat idul Fithri dan idul Adlha.
Sholat Jum'at ada rukhsoh bagi orang yg mengerjakan sholat idul Fithri dan Adlha.
13. Sholat Dhuhur bisa di jama' dgn sholat ashar.
Sholat Jum'at tdk ada jama' baginya.
14. Sholat Dhuhur bisa di qoshor.
Sholat Jum'at tdk ada qoshor baginya.
15. Sholat Dhuhur tdk memakai khutbah.
Sholat Jum'aj memakai khuthbah.
16. Sholat Dhuhur bacaannya suratnya dgn samar.
Sholat Jum'at bacaanya suratnya jelas/keras.
17. Sholat Dhuhur wajib tiap tiap hari.
Sholat Jum'at hanya 7 hari sekali.
18. Sholat Dhuhur waktunya mulai gelincir matahari sampai bayangan sama dgn panjang badan orangnya.
Sholat Jum'at waktunya 12 jam.
19. Sholat Dhuhur kedudukannya sebagai tiang agama.
Sholat Jum'at kedudukannya sebagai sholat ied tiap tiap 7 hari.
20. Seluruh umat Islam tdk ada yg berselisihan mengenal hukumya sholat Dhuhur yaitu Fardhu 'Ain.
Hukumnya sholat Jum'at umat Islam tdk sama pendapatnya ada yg mengatai : Fardhu 'ain, Fardhu kifayah dan Sunnah.
21. Rosululloh tidak pernah meninggalkan sholat Dhuhur.
Tapi beliau pernah meninggalkan sholat Jum'at di waktu haji Wada'.
22. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
Meninggalkan sholat Jum'at satu kali tidak kufur.
23. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
Meninggalkan sholat Jum'at dua kali tidak kufur.
24. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
Meninggalkan sholat Jum'at tiga kali, bila ada udzur tidak munafiq.
25. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
Meninggalkan sholat Jum'at tiga kali, tanpa udzur barulah di catat munafiq.
26. Waktu Dhuhur bukan waktu Ied.
Hari Jum'at disebut juga hari ied atau hari raya.
27. Sholat Dhuhur 7 hari iya 7 kali.
Sholat Jum'at 7 hari cukup sekali.
Setelah mengetahui perbedaan perbedaan antara SHOLAT DHUHUR dengan SHOLAT JUM'AT yg begitu banyaknya dan begitu menyoloknya, kita mengetahui bahwa SHOLAT DHUHUR tidak ada hubungan apa apa dengan SHOLAT JUM'AT. Adapun lelucon yg tidak lucu, orang bilang SHOLAT JUM'AT itu dikatakan sebagai gantinya SHOLAT DHUHUR. Lebih lebih lagi orang mengatakan pada hari JUM'AT dikatakan SHOLAT DHUHUR tidak disyari'atkan lagi.

Gambar sholat



Kanjeng Nabi Muhammad Dawuh :
YUSHOLLUUNA WALAA YUSHOLLUUN
Mereka itu kelihatannya sholat tapi tidak sholat.
 
Mereka itu kelihatannya tegak sholat tapi tidak tegak, kelihatannya ruku' tapi tidak ruku'. Kelihatannya sujud tapi tidak sujud, kelihatannya  mambaca Fatehah tapi tidak membaca Fateheh. Jadi itu kelihatannya saja di mata orang-orang yang melihat, tapi sebenarnya tidak ada apa-apanya, itu hanya menipu saja. Lain halnya dengan kelihatannya ngantuk, tapi tidak ngantuk.
 
Kelihatannya ruku' tapi tidak ruku', kelihatannya sujud tapi tidak sujud, kelihatannya tahiyat tapi tidak tahiyat. Kelihatannya itu jasmani saja, tapi dalamnya tidak ada. Itu namanya :
WUJUUDUHU KA 'ADAMIHI 
Adanya sama dengan tidak adanya.
 
Kalau sholatnya tidak khusyu', kelihatannya ada Takbirnya tapi sebenarnya tidak ada, berdirinya ada tapi sebenarnya tidak ada,  sujudnya ada, tapi sebenarnya tidak ada.
Makanya agar menjadi ada meskipun sedikit,  diusahakan supaya khusyu'.
 
Meskipun cuma satu titik (pada titik Alloohu Akbar), satu debu, tapi itu kan ada khusyu'nya, itulah nyawanya sholat. Syukur lagi kalau bisa dobel dua titik, (pada Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin) dapat dua. Jadi waktu Takbirotul Ihrom khusyu', setelah Takbirotul Ihrom  tidak khusyu', kemudian  setelah sampai Iyyaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin khusyu' lagi. Setelah sampai pada Ihdinas Shiroothol mustaqiim sudah tidak khusyu' lagi. Kemudian sampai Asy hadu an laa ilaaha illallooh, khusyu' lagi dan setelah itu hilang lagi. Tapi kondisi itu lumayan, sudah dapat tiga titik.